Tentang Saya

mbatikSaya lahir dalam keluarga Jawa, di Purwokerto (Kab.Banyumas) pada 14 Juni 1962, dari seorang ayah yang bernama Kisworo dan ibu yang bernama RR. Distiarsi. Masa kecil dan muda saya lalui di sekolah-sekolah negeri, di SDN IV Kedungwuluh, SMP Negeri 1 Purwokerto dan SMA Negeri 2 Purwokerto. Kenangan masa kecil yang membahagiakan masih melekat dalam ingatan, dan membentuk karakter saya menjadi seperti sekarang.

Selepas SMA saya kuliah di FISIP UNDIP, Jurusan Pemerintahan pada tahun 1981. Saat itu jujur saja saya tidak tahu apa itu jurusan pemerintahan, administrasi Negara, publisistik, ataupun administrasi niaga. Satu-satunya  alasan saya memilih jurusan pemerintahan karena istilah itu sering disebut oleh Bapakku. Awal-awal kuliah sempat stress karena saya yang awalnya adalah lulusan SMA-IPA tiba-tiba harus menggeluti IPS. Namun demikian, dengan memotivasi diri dan membangun minat pada bidang yang baru, akhirnya saya bisa menyelesaikan kuliah pada September 1985, bahkan sempat selama 2 tahun menikmati bea siswa prestasi di UNDIP.

Setiap lulusan jurusan pemerintahan saat itu selalu memiliki mimpi yang sama: menjadi birokrat (PNS). Mimpi tersebut seiring dengan mimpi setiap orang tua masa itu, bahwa menjadi birokrat itu sama saja menjadi priyayi. Priyayi merupakan symbol status yang dikonstruksi masyarakat Jawa, yang dianggap memiliki posisi sangat terhormat. Sayapun waktu itu terdorong untuk bermimpi yang sama, dan ikut seleksi PNS di Semarang.

Sejarah berkata lain. Pada saat sudah mendapat kepastian diterima di Pemerintah Daerah (Pemalang) saya justru mendapat surat undangan untuk melamar menjadi dosen, sebuah pekerjaan yang masih dianggap ”aneh” dalam keluarga. Saya masih ingat…saat menghadap Prof. Warella (waktu itu Pembantu Dekan I FISIP) dan ditanya “kamu mau jadi dosen ?” Saya gelagapan sejenak, lalu dengan mantap menjawab “ya pak, saya mau”. Saya memberikan jawaban tanpa mempertimbangkan bagaimana perasaan orang tua, karena saya berpikir “inilah nasibku….aku yang harus menentukan sendiri pilihan hidupku”.

Sejak Maret 1986 saya berstatus sebagai dosen di FISIP UNDIP. Tahun 1988 saya berangkat mengambil S2 di Universitas Indonesia untuk bidang ilmu politik, dan lulus pada tahun 1991. Setelah berjarak 10 tahun, waktu yang terlalu lama, saya mengambil studi S3 di ilmu hukum UNDIP, dan lulus tahun 2006. Saat ini sudah puluhan tahun saya bekerja sebagai dosen, saya bangga dan mencintai pekerjaan saya. Saya bahkan berharap setelah mati berpuluh tahun kemudian, orang selalu mengingat saya sebagai dosen/guru (yang baik tentunya).

Sekilas perjalanan hidup ini seperti noktah-noktah kecil yang saling terhubung. Namun jika dilihat dengan kacamata pembesar terlihat setiap noktah menyimpan sejarah tersendiri, penuh makna dengan berbagai rasa. Di setiap noktah Allah SWT mengijinkan saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa, yang mampu mengubah jalan pikiran dan jalan hidup saya. Pada merekalah saya mengucapkan terima kasih yang tulus.

Saat ini saya hidup berbahagia dengan seorang suami dan 3 orang anak lelaki. Sebuah karunia yang luar biasa pula. Terima kasih Gusti Allah…..KAU beri aku kehidupan dengan pernak-perniknya… ada tawa, tangis, cinta, jengkel, takut…. dan berbagai rasa yang lain. Sungguh tak terbayangkan jika manusia tidak bisa merasakan satu saja dari berbagai ”rasa” tersebut

buah hatiBuah Hati     Aku dan Suami

37 Respon untuk Tentang Saya

  1. Pratomo Ari Waskito berkata:

    Saya dukung ibu untuk mengembangkan FISIP sehingga FISIP bisa menghasilkan lulusan yang sukses dan bisa mengabdi kepada masyarakat dengan baik. Seperti Ayah saya Alumni FISIP UNDIP Ilmu Pemerintahan 96 yang sukses dan bisa mengabdi untuk masyarakat.

    Pratomo * Fisip Ilmu Pemerintahan

    • Kushandayani berkata:

      Terima kasih Pratomo Ari Waskito. Saya selalu ingat pada kata bijak “Jika kamu semakin kuat, maka semakin besar pula tanggungjawabmu pada orang lain”. Bagi saya status dan kekuasaan memiliki makna yang sama, yaitu “tanggungjawab”.

  2. Cici berkata:

    Ibu, apa kabar? saya mahasiswa Ibu angkatan 2002.
    saya nge-link ya bu, newbie nich saya. moga-moga banyak dapet kuliah onlen. seukses selalu bu.

  3. siti zoelaichah berkata:

    asslm…slm kenal ibu, sy mhswa s2 untag yg sdg di ajar ibu…mhon bntuan,dukngn utk myelesaiknya…wslm

  4. Achmad Djatmiko berkata:

    Ass.wr.wb.
    Sebagai yuniornya Ibu Kus, saya salut deh… subhanallaah.
    Saya pernah ingin mengikuti jejakmu mengabdikan diri di bidang pengajaran dan transfer pengetahuan di almamater saya, tapi…. hehehe… Allah tidak mengijinkan..

    Kalo boleh saran, jika FISIP ingin maju, harus diciptakan Kushandayani-kushandayani yang lainnya, as many as possible..

    Kalo sudah memilih profesi, ya harus ditekuni dan dihayati kan ya Bu??
    Nah, saya belum lihat, demikian pula khalayak, kolega-kolega Ibu di Almamater juga rajin nulis dan baca, ikut berbagai kegiatan ilmiah untuk menambah wawasan. Bahkan, kegiatan penelitian oleh FISIP, di level UNDIP, masih minim (katanya, lho..!!!
    ayo bangkit, manfaatkan momentum, untuk membuktikan bahwa FISIP tidak hanya memiliki Sudharto PH saja.. (Salam untuk Beliau, kalu ketemu..). Kami sering bertemu di berbagai kesempatan..

    Tapi saya maklum, waktu mereka habis tersita untuk mengajar..dan mengajar..
    Padahal, rejeki Allah kan tidak hanya bersumnber dari ngajar saja,.. kalko tidak salah..

    Maaf, tulisan saya agak berbau curhat. Semoga sukses yo Mbak. Salam keluarga..

    Wass. wwb.

    • Kushandayani berkata:

      Trims responnya dik…Meski kamu bukan dosen, saya yakin kamu juga bisa “mengajar” meski dalam konteks yg berbeda. Saya bukan orang suci. Namun seiring dengan bertambahnya usia saya justru termotivasi untuk selalu belajar “menjadi” lebih baik. Ternyata menyatukan kata dan perbuatan bukan barang mudah. Dibutuhkan keteguhan hati, semangat, dan….iman. He…he…maaf jawabannya malah seperti curhat juga. Keep in touch !

  5. juwari berkata:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    ” Hidup untuk Mendidik, Mendidik untuk Hidup” Filosofi saya ini benar atau kurang pas ya bu? Maaf, saya juwari kendal, mhs S2 Fisip Untag sangat terkesan dgn kuliah Ibu, walau baru 1 pertemuan. Ibu sungguh luar biasa.

    Kata ” Hidup” yang akhir pd filosofi di atas menurut saya adalah hidup yang sesungguhnya, nan kekal abadi yaitu besok di akherat bahwa manusia harus punya bekal amal kebaikan, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat yang disampaikan seorang pendidik (dosen/guru) kepada para mahasiswa/ pesertadidiknya)

    • Kushandayani berkata:

      Menjadi guru ataupun dosen khan juga pilihan hidup. Saat pilihan ditentukan, kita juga dihadapkan pada konsekwensi-konsekwensi. Dengan penuh kesadaran kita penuhi “pilihan” kita, sehingga tumbuh perasaan cinta. Saya mencintai pilihan hidup saya. Terima kasih atas responnya.

  6. Muhammad Ginong Maulidyatama berkata:

    Assalamualaikum wr.wb
    mohon maaf ibu Kus, saya Ginong dari Prodi Hubungan Internasional.
    saya dan kelompok saya ingin bertanya mengenai tugas yang ibu berikan mengenai hukum-hukum di Indonesia. Ibu berkata pada pertemuan minggu ke-5, harus mengumpulkan tugas yang ibu berikan. Mengenai tugas yang ibu berikan, tugas tersebut dikumpulkan dalam bentuk papper atau makalah ?
    Terimakasih ibu.

    Wassalamualaikum wr. wb

  7. Nur Faizah berkata:

    Assalamu’aaykum,

    Perkenalkan Saya Nur Faizah, Mahsiswi S2 Adminnistrasi, baru pertama ikut kuliah Ibu dan Saya kagum, terpesona atas kuliah yang Ibu Kusberikan , menarik sekali penyampaian kuliahnya, kelas jadi hidup, semoga saya bisa selalu hadir di kuiah Ibu dan saya tunggu kuliah Ibu Kus berikutnya.

    Terimaksih,

    Wassalamu’alaykum

  8. Didi prayitno berkata:

    Yth. Ibu Kus,
    Saya anggkatan MAP 38 Bu, baru dua kali tatap muka dengan Ibu Kus.
    Mau tanya nih Bu, saya sedang bingung mikirin tesis.
    Karena kesibukan di kantor dan di rumah ngurus anak, takut kalau tidak bisa bikin tesis tepat waktu.
    Minta masukan dari Ibu Kus, kira -kira tema apa yang cocok dengan saya nggih Bu ?
    Sembah Nuwun.

    Salam Baik,

    didi

    • Kushandayani berkata:

      Waaah…..masalah kan muncul dari “pemikiran” anda sendiri. Coba amati lebih dulu secara empiris hal2 yang menurut anda “menarik” dan tuliskan apa yang anda amati, rasakan tsb.

  9. Amud Soenarya berkata:

    Ibu memang mantap…

  10. Imatulloh Nurazizah berkata:

    Great! i hope i could be like you, a person who loves her job, teach her student with spirit up and always happy anywhere. Exactly you are motivating me too 😀

  11. Rise Aditya Anggraeni berkata:

    Assalamu’alaikum.

    Saya mahasiswa S2 administrasi publik yang baru saja ibu ajar Sabtu, 7 September 2013 kemarin. Pada awalnya saya sangat pesimis untuk mengikuti kuliah ini yang sangat berbeda dengan background S1 saya yaitu Pend. Bahasa Inggris. Namun, akhirnya, saya sangat terkesan dengan cara mengajar ibu yang begitu komunikatif dan interaktif. Materi yang ibu sampaikan dapat saya serap lebih mudah walaupun saya berasal dari jurusan yang berbeda.

    Saya juga telah membaca beberapa tulisan ibu di blog ini, seperti Rektor-Rektor Administratif, Hasil Penelitian Comunity Governance, Tentang Korupsi Lagi.., Ingatan Itu, RUU Desa (walaupun tulisan ini saya kurang begitu paham karena daya tangkap saya mengenai kebijakan pemerintahan masih kurang hehe..), Miskin, dan Catatan Seorang Ibu. Tulisan-tulisan ibu sangat menarik dan sangat dekat dengan hal-hal kecil yang terkadang tidak kita sadari. Semoga ibu selalu diberi kesehatan dan waktu luang agar bisa terus membimbing kami. Saya sangat menanti kehadiran ibu diperkuliahan minggu depan.
    Terimakasih
    Wassalmu’alaikum.

    • Kushandayani berkata:

      Senangnya diriku…..bisa bertemu denganmu…bisa berinteraksi meski terbatas. Syukurlah apa yang saya sampaikan di kelas bisa diterima dengan mudah. Prinsipnya adalah “kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit”…betul ya ? Selamat belajar….

  12. Edhi Setiawan berkata:

    Assalamu ‘alaikum Wr Wb
    salam kenal bu
    saya MAP angkatan XXXIX
    maaf kalau saya lihat foto suami, sepertinya cukup familier, mohon maaf kalau salah orang.
    Mantan penggiat PNPM di OC V Jawa Tengah nggih
    kalau benar, titip salam bu, semoga beliau masih ingat dengan saya dari Kabupaten Pekalongan

  13. Selamat sore bu Kus, saya Nara, mahasiswa HI Undip 2013 yang saat ini sedang diampu oleh ibu. Terima kasih bu telah menginspirasi saya melalui tulisan-tulisan yang ibu buat. Saya mohon doa, dukungan, dan bimbingan ibu supaya saya bisa mengikuti serta meneruskan jejak ibu menjadi seorang dosen di kemudian hari.
    Sukses selalu untuk ibu, semoga Tuhan senantiasa melindungi ibu sekeluarga, amin.

  14. dhesa senja berkata:

    senang bisa kenal sama ibu n keluarga 🙂
    nice family

  15. mariya ulfa berkata:

    terima kasih, pengalaman anda menjadikan motivasi untuk saya.

  16. Mohamad Zain berkata:

    Assalamualaikum w.wb, semoga Mba Kus dan keluarga selalu sukses. Jika mba Kus sukses melalui fisip undip, saya justru gagal karena kurasa materi keilmuan di jurusan Pemerintahan tidak jelas arahnya, ngalor ngidul arahnya, sampe sy mau mutusin kuliah. Namun akhirnya lulus juga sebagai pertanggungjawaban kpd orang tua, selebihnya sy berserah diri pd Allah SWT
    .

    • Kushandayani berkata:

      Terimaka kasih mas Moh Zain, sukses juga untuk mu dan kel. Buat saya ..berserah diri pada Allah SWT juga memiliki makna perjuangan tanpa akhir untuk mewujudkan cita. Pada dasarnya kita hanya memiliki waktu….berjuang sebisa mungkin….selebihnya kita berserah diri.

  17. Syahrun Nazil berkata:

    asswrwb ibu saya syahrun dari Program KOMPAK Mitra Pemerintah Indonesia yang berkaitan dengan Strategi Peningkatan dan Perluasan Pelayanan Dasar bagi Masyarakat
    Miskin dan Rentan, harapannya kedepan bhw tatakelola desa akan lebih baik dan mempunyai proses perencanaan dan penganggaran yang berpijak kepada kewenangan desa, mohon izin ibu bila saya bisa mendapatkan no hp ibu, krn saya sekarang sangat membutuhkan bantuan ibu untuk memfasilitasi 3 kabupaten yang terdapat di prov jateng yang menajdi wilayah pilot projek KOMPAK? demikian dan terimakasih atas perhatian dan kerjasama dari ibu? wassalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *