Mengapa dunia pendidikan kita makin tidak karuan ?

Alkisah ada seorang mahasiswa pascasarja di sebuah perguruan tinggi terkenal di Indonesia. Dia berkeluh kesah pada temannya, karena setiap kali ingin bertemu dan konsultasi dengan dosennya, lebih sering tidak bisa ketemu, saking sibuknya dosen pembimbingnya. Tapi anehnya, jika yang mau ujian adalah pejabat negara atau orang yang berkuasa, dosennya sangat rajin menyediakan waktu untuk orang itu.

Saking sengitnya dia, lalu terlontarlah kata-katanya, ”Memang ada korelasi positif antara jumlah sarjana dengan tingkat kebobrokan negeri ini. Semakin banyak sarjana pertanian, makin bobrok pertanian kita. Semakin banyak sarjana hukum, semakin carut marut hukum kita. Semakin banyak sarjana pendidikan, makin gak karuan dunia pendidikan kita……..berarti…makin banyak sarjana politik, makin ringsek politik kita”.

Maka…..pada saat saya berdiri di kelas, saya sering bertanya pada diri sendiri apakah yang saya lakukan bisa mengubah dunia pendidikan menjadi lebih baik, atau justru memberi kontribusi bagi kemelorotan pendidikan kita ? Seberapa banyak nilai utama yang bisa tertanam kuat di benak mahasiswa, dan dengan godaan dan gedoran materialisme, masih tetap kukuh berdiri ? Sungguh suatu tugas yang tidak mudah untuk mewujudkan generasi yang berkarakter yang mampu membangun peradaban yang ”beradab”.

Sembari menulis catatan kaki ini, saya merasakan kepedihan yang mendalam saat mengamati perkembangan pendidikan kita. Budaya instan pendidikan merebak dimana-mana. Ijasah sarjana ataupun pascasarjana menjadi ”berhala” baru. Dulu orang mengganggap berhala hanya berbentuk patung. Padahal saat ini berhala berujud banyak hal, salah satunya adalah ijasah. Orang tua kaya mendorong anaknya supaya sekolah atau kuliah di tempat bergengsi, bukan supaya anaknya ”cerdas” (dalam berbagai segi), tapi lebih untuk mengangkat gengsi orang tuanya.

Sementara lembaga pendidikan tumbuh bak industri, akar pendidikan yang seharusnya bergayut dengan penciptaan dan pengembangan budaya sudah lama terabaikan. Di sekolah anak-anak tidak didorong untuk berpikir kreatif, karena semua jawaban soal hanya satu (sesuai dengan kunci jawaban yang sudah dicetak). Jawaban yang berbeda jelas dicoret. Menganggap bahwa ”kebenaran” itu mutlak dan hanya satu sungguhlah berbahaya bagi kita. Hal tersebut jelas tidak akan mendorong peserta didik untuk ”searching the truth” karena mengganggap semua jawaban sudah ada dan bersifat final.

Lalu…saya tatap mahasiswa saya satu persatu…sembari bertanya dalam hati, ”berapa orang yang masih tetap setia pada nurani dan hadir ke dunia nyata nanti dengan kepribadian kuat ?” Wallahualam. Seandainya tiap orang dari kita memulai dari diri sendiri, dan memulai dari yang kecil pastilah kita bisa membangun dunia kita lebih indah dan bermartabat. Sebagai contoh: bisakah kita membangun budaya bersih pada diri sendiri ? Jika orang tua bisa memberi keteladanan maka anak juga akan melakukan hal yang sama.

Namun, rasa-rasanya kita sudah lama kehilangan keteladanan hidup. Banyak perilaku elit politik yang tidak memberikan keteladanan. Rasa-rasanya lagi kita bahkan sudah kehilangan identitas diri, identitas sebagai suatu bangsa. Karena kita tidak lagi punya identitas diri, maka kita jadi tidak punya rasa percaya diri berhadapan dengan bangsa lain.

Jadi…..(silahkan isi sendiri, supaya kita kreatif…. Jangan khawatir…tidak ada nilai salah atau 0).

Catatan: Trims bagi yang sempat baca catatan kaki ini. Semoga kita makin peduli pada dunia pendidikan kita, dan mendorong tindakan solutif.

Tentang Kushandayani

Lahir di Purwokerto, alumni SMA 2 Purwokerto angkatan 1981. Alumni Fisip Undip 81, bekerja sebagai dosen di almamater sejak 1986.
Tulisan ini dipublikasikan di Catatan Kaki dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Respon untuk Mengapa dunia pendidikan kita makin tidak karuan ?

  1. Pratomo Ari Waskito berkata:

    Bu, saya mau tanya ke ibu. Seberapa penting pendidikan untuk kemajuan suatu bangsa?

    • Kushandayani berkata:

      Jawabannya simple : Education is everything……without education everything is nothing ! Jadi…kemajuan suatu bangsa bisa dilihat dari kemajuan pendidikannya. Karena melalui pendidikan kita bisa menciptakan peradaban baru yang lebih baik. Tks responnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *