Kisah Dosen-2

Selamat Datang Mahasiswa Baru 2015

Kisah Dosen (yang sudah setengah tua) – 2

Oleh: Kushandajani

Tulisan ini memang sangat terlambat……..karena setiap kali akan merampungkan tulisan ini ada saja hal yang mampu mengalihkan perhatian….namun…sekerap apapun pengalihan perhatian itu terjadi, pikiran terus saja kembali ke sini. Tulisan ini harus selesai,….sebagai penggenapan janjiku pada mahasiswa baruku…..

Dan inilah kisahnya……..

Tiap tahun di awal bulan September, adalah kesempatan bertemu dengan wajah-wajah baru penuh semangat dan idealisme di kelas. Saat itu selalu kusyukuri atas pilihan hidup dan profesi yang kupilih……sebagai dosen. Karena pilihan itulah yang menciptakan kesempatan untuk selalu bertemu dengan mahasiswa baru tiap tahun…..dengan gagasan-gagasan dan tantangan baru.

Kupandang wajah mereka……dan ingatanku melayang pada tahun 1981 saat masuk sebagai mahasiswa baru. Dengan semangat membara kugenjot pedal sepeda agar bisa masuk ke kampus tepat waktu. Di sana….di samping ruang B. 101 Pleburan, berjejer para kakak kelas dengan wajah “sangar” menunggu adik-adik kelas datang dan berbaris rapih. Memberi instruksi dengan suara keras, dengan maksud melatih mental mahasiswa baru…disiplin benar-benar diterapkan. Namun….tidak terlihat sedikitpun rasa takut atau khawatir bahwa kami (mahasiswa baru) akan disakiti secara fisik maupun psikis. Lalu pada akhir “posma” kami berkumpul bersama di ruang B. 101, melakukan perenungan dan “mengikatkan diri” pada komunitas baru……FISIP UNDIP.

Semangat dan sikap kritis…….itulah hal-hal yang selalu kurindu pada wajah dan sikap mahasiswa baru. Dari dua hal itulah kupelajari hidup tahun demi tahun sebagai dosen. Wajah penuh rasa ingin tahu selalu muncul tiap kali proses belajar mengajar di kelas. Selalu bertanya hal-hal yang menurutku “unik”….. Dengan pengalaman, pengetahuan, keilmuan setara lulusan SMA mereka seringkali mengejutkanku dengan pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi pendorong untuk membuka pikiranku tetap kritis. Misalnya, ada pertanyaan : “Mengapa dosen (maksudnya saya) tidak ikut masuk dalam kancah politik, ikut memperebutkan posisi, dan menjadi pemenang dan duduk di salah satu struktur politik di negeri ini, mengingat dosen sudah dibekali ilmu yang cukup dan perilaku yang mendasarkan diri pada etika ?”. Lalu terjadilah dialog…..pertanyaan tersebut mampu menggali lebih dalam tentang “mengapa aku menjadi dosen….mengapa tidak menjadi seseorang yang lain, seperti politikus misalnya ?”

Hidup adalah pilihan……termasuk ingin menjadi apa kelak…itu juga pilihan. Setiap pilihan selalu membawa resiko. Meskipun tidak semua orang bisa memilih, karena seringkali “dia” disodori pilihan yang amat terbatas……….sehingga “dia” bisa mengelak saat resiko datang dengan kata-kata “aku tidak punya pilihan lain” sembari menunjukkan jarinya untuk menyalahkan orang lain. Bersyukurlah aku, karena mampu menentukan pilihan ku, menjadi dosen. Menyesal ? NO…….Maka sambil tersenyum kujawab pertanyaan mahasiswa baru “jika saya memilih jalan berbeda di tengah karierku (kalau bisa disebut karier..he..he..) sebagai politikus misalnya…..lalu siapakah yang kamu harapkan untuk kamu temui di ruang ini ? Saya juga berpolitik, tidak dalam cakupan besar untuk mengubah negeri ini, namun dengan hati mengubah dunia kecil melalui kelas-kelas yang saya ampu, meski kecil namun dengan keyakinan suatu hari nanti ada beberapa mahasiswanya yang menembus dunia makro (politik) …”

Jadi…..selamat datang mahasiswa 2015, meski hampir satu semester kamu hadir di kampus, namun tiada salahnya kuucapkan kata-kata itu. Selamat berinteraksi dengan siapapun dan apapun……berdialog……berbagi pengetahuan dan ilmu……karena saya yakin bahwa pengetahuan, wawasan, dan pengalaman akan menjadikan manusia lebih bijak. Saya bangga menjadi dosenmu.

Tentang Kushandayani

Lahir di Purwokerto, alumni SMA 2 Purwokerto angkatan 1981. Alumni Fisip Undip 81, bekerja sebagai dosen di almamater sejak 1986.
Tulisan ini dipublikasikan di Catatan Kaki dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *