KERANGKA PENGEMBANGAN FISIP UNDIP 2010-2020

Dengan dasar pemikiran bahwa Pemilihan Dekan lebih dipandang sebagai proses persandingan gagasan-gagasan bagi perkembangan FISIP UNDIP ke depan, maka dengan ini saya hadirkan gagasan berikut. Saya peduli dengan perkembangan FISIP UNDIP….tempat dimana saya menangguk ilmu, tumbuh matang, dan hampir 24 tahun FISIP UNDIP telah memberi makna yang sangat dalam pada hidup saya. Uraian ini merupakan sumbang pikir dengan tujuan berkontribusi bagi pengembangan FISIP UNDIP di masa mendatang.

Assalamualaikum Wr. Wb
Salam hangat…..bagi civitas akedemika FISIP UNDIP

Setiap kali saya ditanya tentang solusi dari berbagai permasalahan bangsa, maka jawaban saya tertuju pada pendidikan. Pendidikan merupakan satu-satunya solusi memutus rantai kemiskinan dalam berbagai bentuknya. Disebut demikian karena pendidikan memiliki fungsi yang sangat fundamental, diantaranya yang penting adalah: mengembangkan kemampuan dan potensi, mengembangkan kecakapan hidup, mengembangkan kreatifitas, mendorong kemandirian, mengembangkan ilmu pengetahuan, membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat. Jika pendidikan mampu menjalankan fungsinya secara optimal, maka bangsa akan mampu memutus tali kemiskinannya sendiri.

Harapan yang sangat tinggi tersebut dalam realitanya selalu menghadapi persoalan yang sangat rumit. Harus diakui bahwa semua agen pendidikan seperti pemerintah, keluarga, media massa, partai politik, swasta, LSM, bahkan Perguruan Tinggi memberikan kontribusi pada carut marutnya pendidikan kita. Perjalanan waktu sampai dengan saat ini belum menunjukkan hasil yang signifikan, bahkan muncul berbagai fenomena seperti berikut:

  1. Masyarakat/orang tua/peserta didik masih banyak yang ingin mendapatkan ijasah sarjana dengan cara instant.
  2. Masih banyaknya lulusan sarjana (S1) terutama pendidikan umum yang menganggur.
  3. Pemanfaatan tenaga terdidik dari luar negeri maupun dalam negeri belum optimal.
  4. Berkembangnya talent scouting oleh lembaga pendidikan luar negeri untuk kepentingan negara mereka.
  5. Sebagian besar lembaga pendidikan tinggi di Indonesia belum mampu mengikuti perkembangan standar kompetensi setara dengan pendidikan luar negeri.
  6. Penyelenggaraan ujian nasional dan penggunaan hasil ujian nasional sebagai standar masuk PTN disikapi pro dan kontra dalam masyarakat.
  7. Pemanfaatan anggaran pendidikan masih berorientasi pada aspek-aspek yang bersifat fisik belum memprioritaskan aspek intelektual dan mental-moral peserta didik.
  8. Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi bagi masyarakat tidak mampu sangat terbatas

Selain fenomena-fenomena tersebut, penting juga dipertimbangkan beberapa kejadian terakhir, seperti pembatalan UU No. 9 Tahun 2009 tentang BHP oleh MK pd 31 Maret 2010, adanya kecenderungan untuk mengamandemen UU Sisdiknas, utamanya dalam hal pembiayaan pendidikan, tanggungjawab pemerintah dalam pendidikan, dan akreditasi pendidikan. Selain fenomena tersebut, secara internal kita juga menghadapi berbagai masalah, diantaranya :

  1. Kualitas, relevansi, dan daya saing lulusan masih terbatas.
  2. Profesionalitas SDM (dosen dan karyawan) relatif belum optimal.
  3. Manajemen dan tatakelola pendidikan belum efektif.
  4. IT belum termanfaatkan secara optimal.
  5. Motivasi berprestasi relatif rendah karena belum berkembanganya budaya akademik yang positif.
  6. Apresiasi dan wadah pengembangan potensi mahasiswa masih sangat terbatas.

Lalu dimana posisi dan peran FISIP UNDIP dalam mengatasi problem dan situasi sosial tersebut, sementara beberapa PTN dan PTS sudah eksis berkiprah dan berkontribusi secara signifikan ? Menjadi sangat mendesak untuk melakukan langkah besar agar FISIP UNDIP dapat ikut serta berkontribusi dan menempatkan dirinya sebagai agen penting menuju perubahan positif dalam pendidikan nasional.

Visi Baru UNDIP dan Kondisi Objektif FISIP UNDIP

Tahukah anda bahwa pada tahun 2008 UNDIP mencangkan visi baru: Pada tahun 2020, Undip merupakan Universitas Riset yang unggul ? Di tahun yang sama keluar Keputusan Menteri Keuangan Nomor 259/Kmk. 05/2008 Tentang Penetapan Universitas Diponegoro pada Departemen Pendidikan Nasional sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Dengan posisi UNDIP sebagai BLU, maka sebenarnya UNDIP berdiri pada dua pijakan. Untuk pengelolaan akademik mengacu pada Departemen Pendidikan Nasional, sedangkan untuk pengelolaan keuangan mengacu pada Departemen Keuangan.Itu berarti kita harus lebih serius mengelola lembaga ini agar pemberian pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efisien dan efektif.

Kondisi SDM dosen FISIP UNDIP tahun 2010 menunjukkan bahwa dari 107 dosen yang ada, hanya 13,43 % yang memiliki kualifikasi doktor (S3) dengan 1 guru besar. Dengan memperhitungkan dosen-dosen yang studi S3, maka kemungkinan tahun 2012 baru akan mencapai 25,24 %. Adapun jumlah SDM tata usaha mencapai 39 PNS dan 16 pegawai honorer. FISIP memiliki 4 Jurusan (Komunikasi, Pemerintahan, Adm Bisnis, dan Adm. Publik), 5 PS D3 (Public Relation, Keuangan Daerah, Pertanahan, Perkantoran dan Sekretari, Pemasaran), 4 Pusat Kajian (Sentra Media, Pusat Kajian Otonomi Daerah, Pusat Studi Kebijakan, Pusat Pembinaan dan Pengembangan UKM), 3 Jurnal (Jurnal Ilmu Ilmu Sosial, Forum, Interaksi), dan 3 Program Magister (MAP, MIP, MIKom). Lembaga lain adalah :Senat Fakultas, Badan Konsultasi Mahasiswa (BKM) Fakultas, Unit Pengembangan Penelitian Fakultas (UPPF), Unit Pengembangan Pengabdian pada Masyarakat, dan International Collaboration Unit (ICU). Lembaga Kemahasiswaan terdiri dari Senat Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Himpunan Mahasiswa Prog. Studi (HMPS), Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) . FISIP saat ini menempati kampus baru di Tembalang dengan 3 gedung baru seluas. +/- 6.000 m2.

Tawaran Gagasan

Bagaimana mengelola sumberdaya yang ada untuk menghadapi tantangan ke depan ? Inilah gagasan tentang kerangka pengembangan FISIP UNDIP tahun 2010-2020

Visi Misi

Visi Misi

Bagaimana strategi ini dijabarkan dalam program-program pengembangan, dan mengapa jurusan harus dikuatkan ? Pilar penting dalam pengembangan FISIP adalah jurusan. Semua program, baik S0, S1, maupun pascasarjana (S2 dan S3) lahir dari jurusan. Oleh sebab itu untuk memacu perkembangan FISIP lebih cepat, jurusan harus kuat. Bagaimana caranya ? Langkah awal adalah tiap jurusan melakukan “evaluasi diri” dengan standar tertentu. Hasil evaluasi diri menjadi pijakan bagi treatment yang akan dipakai. Semua program pengembangan berasal dan mengalir di jurusan, seperti:

  1. Pengembangan SDM dosen jurusan: jurusan mengidentifikasi kebutuhan dosen dg kompetensinya, fasilitasi dosen untuk studi S3 sesuai dengan kebutuhan kompetensi jurusan, menyelenggarakan pelatihan, ikut serta dalam international conference/ seminar, mendorong publikasi ilmiah, asistensi dan fasilitasi para doktor untuk promosi ke jenjang profesor, dsb.
  2. Pengembangan proses belajar mengajar: secara berkala melakukan evaluasi/up-date kurikulum atau materi perkuliahan, pengembangan metode pembelajaran, penguatan magang, penguatan pengajaran soft-skill, peningkatan porsi kuliah praktek, Credit Transfer System (CTS) dengan PTN dan PTS lain, dsb.
  3. Pengembangan penelitian: mengajukan proposal untuk Dikti/Ristek (jika tidak lolos, proposal yang memenuhi syarat difasilitasi fakultas), ikut serta dalam penelitian-penelitian nasional, melakukan joint research dengan PT luar negeri, memfasilitasi pembiayaan penelitian bagi dosen yang membutuhkan, dsb.
  4. Pengembangan pengabdian pada masyarakat: mendesain dan melaksanakan pengabdian (1 tahun 2 kali) sesuai dengan kompetensi jurusan.
  5. Pengembangan kerjasama dg stakeholders (alumni, perusahaan swasta, pemerintah pusat/daerah, BUMN/BUMD, PT luar negeri, dll) untuk mendorong proses belajar mengajar, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat, serta penyediaan beasiswa.
  6. Melakukan talent scouting pada SMA, untuk mendapatkan calon mahasiswa cerdas tapi tidak mampu secara ekonomi.

Kinerja jurusan di back-up anggaran memadai dan supporting staf minimal 4 orang, yang mengelola adminsitrasi umum, mengurus keuangan, mengelola IT, dan pemeliharaan prasarana & kebersihan.

Revitalisasi lembaga kemahasiswaan dan mendorong mahasiswa berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik dilakukan melalui beberapa kegiatan:

  1. Pemetaan potensi mahasiswa: sejak awal mhs menentukan minat dan bakat baik akademik maupun non-akademik.
  2. Pemetaan peluang kompetisi akademik maupun non-akademik tingkat regional, nasional dan internasional.
  3. Fasilitasi dan pembimbingan untuk mengikuti kompetisi regional, nasional, maupun internasional.
  4. Menyelenggarakan lomba/ajang unjuk diri secara berkala sebagai wadah mengekspresikan potensi, dsb.

Pengembangan tatakelola administrasi keuangan dilakukan melalui:

  1. Evaluasi menyeluruh terhadap sumber-sumber pembiayaan dan penganggaran
  2. Penataan anggaran sesuai dengan prioritas program
  3. Menyusun dan menerapkan sistem renumerasi berbasis kinerja
  4. Meningkatkan akuntabiltas anggaran
  5. Melakukan pelatihan bagi tenaga keuangan
  6. Menegakkan disiplin anggaran, dsb.

Adapun untuk pengembangan tatakelola administrasi kepegawaian penting dilakukan:

  1. Mendorong dan memfasilitasi dosen/pegawai untuk promosi
  2. Menyusun sistem promosi dan mutasi pegawai yang bisa menjadi pedoman jangka panjang berbasis evaluasi beban kerja
  3. Pengelolaan data-base kepegawaian berbasis IT, dsb.

Pengembangan tatakelola administrasi akademik menyangkut:

  1. Pengelolaan data akademik berbasis IT
  2. Penguatan profesionalitas pelayanan akademik, dsb

Pemeliharaan dan pengembangan sarana prasarana. Pemeliharaan kampus baru membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun demikian, secara bertahap tetap harus dipenuhifasilitas pendukung proses belajar mengajar mahasiswa sekaligus memberi rasa nyaman dan aman bagi civitas, seperti laboratorium, theater, studio tv, arena OR dengan kapasitas terbatas, Cafetaria, Musholla, Koperasi, lingkungan/taman/pagar/ gerbang/keamanan, dsb.

Internal Manajement

Internal Manajement

Demikian sekelumit pemikiran tentang pengembangan FISIP ke depan. Semoga gagasan ini bisa membuka hati dan pikiran kita untuk bersama-sama mengembangan FISIP yang kita cintai. Saya tunggu saran, kritik, maupun pertanyaan bagi penyempurnaan gagasan pembaruan ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Salam…… dan tetap semangat !

Tentang Kushandayani

Lahir di Purwokerto, alumni SMA 2 Purwokerto angkatan 1981. Alumni Fisip Undip 81, bekerja sebagai dosen di almamater sejak 1986.
Tulisan ini dipublikasikan di Visi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *