Kenapa Catatan Kaki ?

Saya ingat waktu menulis tesis….sang dosen pembimbing mengarahkan saya untuk menulis sumber kutipan/referensi secara konsisten, dengan bodynote ataupun endnote, atau footnote yang mengacu pada model tertentu. Saya menentukan untuk menggunakan footnote (catatan kaki). Mengapa ? Dengan catatan kaki saya bisa menyandingkan berbagai sumber dengan pendapatnya masing-masing dan mengajak pembaca mendiskusikan hal tersebut secara lebih serius. Fungsi catatan kaki selain menerangkan sumber kutipan, juga berfungsi untuk menjelaskan lebih jauh tentang istilah ataupun konsep yang jika masuk dalam body tulisan terasa mengganggu. Itu sebabnya ada catatan kaki yang bisa panjangnya setengah halaman. Diskusi dalam  catatan kaki bertujuan untuk menggugah keingintahuan pembaca tentang sesuatu, selain juga menunjukkan keseriusan penulis dalam membahas suatu konsep tertentu. Tentu saja pendapat ini sangat subjektif, karena bagaimanapun saya adalah subjek yang memiliki persepsi sendiri terhadap sesuatu.

Jadi…saya menggunakan kategori catatan kaki di web ini, dengan tujuan untuk selalu membuat saya sadar bahwa ada yang belum selesai didiskusikan. Hal tersebut akan memacu saya “searching the truth” tiap saat. Oleh sebab itu catatan kaki bagi saya tidak sekedar tulisan kecil yang ditaruh di bawah teks, namun memiliki makna lebih dalam.
Dalam setiap perjalanan manusia, dalam pengalaman yang terserap…selalu meninggalkan catatan kaki…. sebuah catatan kecil yang mendukung perjalanan manusia sehingga terasa utuh.
Jadi……catatan kaki dalam web ini benar-benar ditujukan untuk ”mengganggu” pikiran saya, agar bisa selalu memberikan perhatian pada ”catatan-catatan kecil” perjalanan manusia. Catatan yang bisa membuat saya berhenti sejenak, merenung, dan mengambil hikmah, lalu melanjutkan langkah dengan pengalaman batin yang lebih matang. Insya Allah.

Tentang Kushandayani

Lahir di Purwokerto, alumni SMA 2 Purwokerto angkatan 1981. Alumni Fisip Undip 81, bekerja sebagai dosen di almamater sejak 1986.
Tulisan ini dipublikasikan di Catatan Kaki. Tandai permalink.

3 Respon untuk Kenapa Catatan Kaki ?

  1. Dalam pandangan saya, dalam konteks dunia akademis khususnya, penggunaan catatan kaki mencerminkan kejujuran civitas akademika yang bersangkutan, maka dari itu saya sangat sependapat dengan paradigma tentang pentingnya catatan kaki.

  2. He…he..bagus lah Hery. Lama-lama kamu pantas juga menyandang simbol “guru” lho.

  3. Wah ini maknanya “guru” bingung saya, lha wong saya aja berguru dari Ibu kok, jadi sy msh “siswa” hehe….

Tinggalkan Balasan ke Kushandajani Nurdianto Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.